Emma Roberts resmi menikah dengan aktor Cody John dalam upacara intim di Sun Valley, Idaho, Amerika Serikat, pada 25 Juli 2026. Selain momen pernikahannya, aktris tersebut menarik perhatian lewat gaun pengantin bernuansa vintage yang ia rancang bersama desainer bridal Monique Lhuillier.
Emma meninggalkan pilihan gaun putih klasik dan memilih warna antique rose atau vintage rose. Warna merah muda lembut tersebut terinspirasi dari benda-benda antik yang ia sukai sekaligus mengambil makna personal dari nama tengahnya, Rose.
Pilihan warna itu kemudian memperkuat nuansa romantis dan nostalgis pada penampilannya. Emma juga menggabungkan berbagai elemen couture untuk menciptakan busana yang terasa personal sekaligus mencerminkan kecintaannya terhadap estetika vintage.
Monique Lhuillier Merancang Gaun dengan Detail Couture
Monique Lhuillier menggunakan sekitar 25 yard silk chiffon yang melalui proses pewarnaan khusus untuk menciptakan efek ringan dan melayang. Tim desain membutuhkan waktu sekitar sembilan bulan untuk menyelesaikan gaun tersebut dengan total pengerjaan hampir 1.000 jam.
Gaun itu menampilkan corset bodice dengan struktur boning yang terlihat samar di balik lapisan chiffon tipis. Detail tersebut memberikan bentuk pada bagian atas sekaligus mempertahankan kesan feminin dan lembut.
Selanjutnya, Emma mengenakan rok berlapis yang menghadirkan siluet ringan ketika ia berjalan. Rok tersebut juga memiliki slit tersembunyi serta bustle yang memungkinkan bentuk busana berubah selama rangkaian acara.
Monique Lhuillier turut menambahkan shawl dari renda Prancis berwarna ecru. Emma dapat mengenakan atau melepas aksesori tersebut sehingga gaunnya menghadirkan dua tampilan berbeda. Saat mengenakannya, shawl membentuk garis leher asimetris dengan ekor panjang, sedangkan saat dilepas, busana berubah menjadi model strapless.
Emma Roberts Membawa Inspirasi Boneka Hantu Antik
Emma melengkapi penampilannya dengan chapel-length veil dari silk tulle berwarna antique rose. Ia kemudian menambahkan lace voilette yang sempat menutupi area mata sebelum ia tata ke belakang kepala seperti headband renda.
Detail tersebut membuat keseluruhan bridal look terasa artistik dan berbeda. Emma mengungkapkan kepada Vogue bahwa ia ingin menghadirkan kesan seperti “boneka hantu antik” melalui penampilannya.
Inspirasi tersebut tidak menghadirkan kesan menyeramkan. Sebaliknya, Emma menerjemahkannya melalui tampilan yang lembut, etereal, dan seolah membawa suasana dari masa lampau.
Kecintaan Emma terhadap barang-barang vintage juga menyatukan berbagai elemen dalam konsep pernikahannya. Ia menerapkan estetika tersebut melalui warna, material, aksesori, hingga pilihan busana setelah prosesi utama.
Emma Roberts Mengganti Gaun Vintage dengan Busana Hitam
Emma kembali mengeksplorasi gaya vintage ketika menghadiri after party. Ia mengenakan setelan arsip Monique Lhuillier dari koleksi Fall 2004 yang terdiri atas korset renda Chantilly hitam dan rok silk organza bertumpuk.
Pilihan warna hitam memberikan kontras kuat setelah ia mengenakan gaun antique rose pada prosesi pernikahan. Namun, keputusan tersebut tetap mempertahankan karakter fashion Emma yang menyukai elemen klasik, vintage, dan timeless.
Melalui dua tampilan tersebut, Emma Roberts menunjukkan cara menghadirkan busana pernikahan yang personal tanpa terpaku pada pakem klasik. Ia memadukan craftsmanship couture, referensi vintage, dan detail bermakna untuk menciptakan bridal look yang mencerminkan gaya pribadinya.