Desainer Adrie Basuki membawa pesan tentang kesehatan jantung ke panggung BRI JF3 Fashion Festival 2026 melalui koleksi bertajuk Jantung Nadi. Koleksi ini memadukan estetika fashion, kisah personal, kepedulian kesehatan, dan komitmen terhadap fesyen berkelanjutan.
Adrie yang merupakan alumni Fashion Course di Istituto Marangoni London terinspirasi dari pengalaman kehilangan sang ayah akibat penyakit jantung. Pengalaman tersebut mendorongnya mengolah kesedihan menjadi karya yang mengajak masyarakat menghargai denyut jantung dan meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan.
Sebelum peragaan dimulai, Adrie berharap fashion show tersebut tidak hanya menghadirkan keindahan visual, tetapi juga menyampaikan rasa serta membuka ruang bagi harapan baru. Pesan itu kemudian mengalir melalui setiap tampilan yang hadir di runway.
Adrie Basuki Menghidupkan Pesan Kesehatan lewat Warna dan Motif
Peragaan dimulai dengan musik bertempo cepat yang mengiringi deretan busana berwarna merah, oranye, kuning, dan hijau. Jasmine Kampono memperkuat karakter setiap tampilan melalui styling yang dinamis.
Selain mengandalkan warna, Adrie menghadirkan pesan kesehatan melalui motif. Bersama Sadabhumi Batik, ia mengolah inspirasi dari flora dan rempah yang dikenal sebagai tanaman herbal, seperti jahe, kayu manis, bawang, dan pisang. Berbagai elemen tersebut kemudian menghiasi motif batik pada sejumlah siluet modern.
Salah satu tampilan pembuka memadukan atasan one-shoulder dengan cardigan merah marun dan rok jingga terang. Potongan rok yang lebih pendek di bagian depan kemudian berkembang menjadi siluet mengembang dengan ekor panjang di belakang.
Prisia Nasution juga tampil mengenakan dress off-shoulder bertali spaghetti dengan permainan layering. Busana berwarna oranye tersebut menampilkan motif hati yang tersebar pada permukaan kain dan memperkuat keterkaitannya dengan tema Jantung Nadi.
Adrie Basuki Mengolah Limbah Produksi Menjadi Busana Modern
Adrie tidak hanya menyampaikan pesan kesehatan melalui koleksi ini. Ia juga mempertahankan komitmennya terhadap praktik fesyen berkelanjutan dengan memanfaatkan material sisa produksi.
Sejumlah limbah kain ia olah menjadi material bermotif marmer dan kemudian membentuknya menjadi blazer kasual dengan tampilan modern. Ia juga merangkai benang sisa produksi secara abstrak menggunakan beragam warna hingga menghasilkan kain yang berfungsi sebagai fashion statement.
Penggunaan material tersebut memperlihatkan bagaimana Adrie dapat menggabungkan nilai estetika dengan upaya memanfaatkan kembali sisa produksi dalam karya fesyen.
Para Penyintas Kanker Membawa Pesan Harapan di Pengujung Peragaan
Suasana show berubah menjadi lebih emosional ketika para penyintas kanker mengambil alih runway pada bagian penutup. Adrie menghadirkan penyintas kanker sebagai bentuk penghormatan terhadap ketangguhan dan perjalanan panjang yang mereka jalani.
Para penyintas kanker payudara, kanker paru-paru, dan kanker limfoma melangkah dengan percaya diri di hadapan penonton. Tepuk tangan pun mengiringi langkah mereka sebagai bentuk dukungan dan apresiasi.
Melalui Jantung Nadi, Adrie Basuki menunjukkan bahwa fashion dapat melampaui fungsi estetika. Ia menggunakan busana sebagai medium untuk menyampaikan empati, harapan, kepedulian terhadap kesehatan, sekaligus pesan kemanusiaan.