Film Jalan Pulang Tampilkan Kebaya Modern yang Modis dan Penuh Makna

Film pendek Jalan Pulang menghadirkan kebaya melalui pendekatan yang lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Busana tradisional tersebut tidak hanya memperkuat tampilan visual, tetapi juga membantu membangun karakter serta menyampaikan emosi dalam cerita.

Desainer Hagai Pakan merancang gaya setiap tokoh melalui proses riset dan eksplorasi. Ia berusaha menciptakan penampilan yang terlihat natural tanpa membuat karakter tampak terlalu formal ataupun berlebihan. Hagai menyampaikan pendekatan tersebut saat jumpa pers di Jakarta pada Rabu, 22 Juli 2026.

Tim kostum terlebih dahulu mempelajari latar belakang, kepribadian, gestur, dan kebiasaan setiap karakter. Setelah itu, mereka menyesuaikan model kebaya, kain, siluet, serta aksesori dengan identitas masing-masing tokoh. Pendekatan tersebut membuat busana terasa menyatu dengan karakter yang tampil di layar.

Hagai Pakan Menyesuaikan Kebaya dengan Kehidupan Setiap Karakter

Hagai menerapkan konsep berbeda untuk setiap tokoh dalam Jalan Pulang. Ia membayangkan bagaimana karakter menggunakan kebaya dalam kehidupan sehari-hari agar busana tetap terasa autentik dan relevan.

Karakter perempuan muda yang bekerja di industri kreatif, misalnya, mengenakan kebaya dengan padu padan yang lebih modis. Gaya tersebut menggambarkan pilihan busana yang bisa saja sudah tersedia di dalam lemari dan sesuai dengan aktivitas hariannya.

Sementara itu, karakter ibu di rumah mengenakan kebaya dengan kombinasi kain yang lebih sederhana. Pilihan tersebut membuat tampilan terasa tidak terlalu formal sekaligus memperkuat karakter perempuan yang menjalani keseharian di rumah.

Hagai ingin menunjukkan bahwa masyarakat dapat menjadikan kebaya sebagai bagian dari kehidupan, bukan sekadar busana untuk acara tertentu. Karena itu, ia memasukkan unsur Indonesia sebagai bagian dari cerita, bukan hanya sebagai dekorasi visual.

Hagai Pakan Menggali Tradisi untuk Menciptakan Gaya Kebaya Modern

Hagai mengambil inspirasi dari cara perempuan Indonesia mengenakan kebaya pada masa lalu. Pengalamannya memadupadankan kebaya milik sang ibu untuk adiknya turut menjadi referensi dalam menciptakan tampilan klasik yang terasa lebih segar.

Menurut Hagai, inovasi tidak selalu membutuhkan bentuk yang sepenuhnya baru. Ia justru melihat sejarah dan tradisi sebagai sumber gagasan yang dapat melahirkan gaya baru untuk kebutuhan masa kini.

Pendekatan tersebut juga terlihat melalui instalasi peluncuran Jalan Pulang dalam rangka Hari Kebaya Nasional 2026. Instalasi itu menampilkan moodboard, sketsa desain, referensi visual, dan material kostum yang menggambarkan proses kreatif di balik penampilan para karakter.

Melalui Jalan Pulang, kebaya menunjukkan kemampuannya untuk beradaptasi dengan berbagai karakter dan gaya hidup. Hagai pun berharap pendekatan tersebut mendorong lebih banyak perempuan mengenakan kebaya dalam keseharian dengan pilihan yang semakin beragam dan sesuai dengan profesi, preferensi, serta latar daerah masing-masing.

 

uniqueprivacy.org