Mencuci Baju Thrifting: Rahasia Agar Pakaian Bekas Terasa Seperti Baru

Mencuci Baju Thrifting: Rahasia Agar Pakaian Bekas Terasa Seperti Baru

indonesiafashion.com – Sebelum mencuci baju hasil thrifting, hal pertama adalah membaca label perawatan. Label memberi arahan soal suhu air ideal, apakah bisa mesin cuci, dan larangan menggunakan pemutih. Jika label tidak ada atau rusak, bandingkan dengan pakaian lain berbahan serupa agar tetap aman saat mencuci. Setelah itu, pisahkan pakaian berdasarkan warna dan bahan; ini mencegah luntur dan kerusakan struktur kain. Selanjutnya, lakukan pre-treatment pada noda membandel. Gunakan cairan penghilang noda atau pasta dari detergen lembut dan air, kemudian diamkan selama 15–30 menit agar noda mudah terangkat.

Menyingkirkan Kuman dan Bau Tak Sedap

Pakaian bekas sering menyimpan kuman, bau apek, atau bekas tungau. Pertama, rendam baju dengan air hangat atau panas (sesuai kemampuan bahan) selama 15–30 menit untuk membunuh bakteri. Tambahkan antiseptik pakaian atau setengah cangkir cuka putih atau baking soda saat merendam atau mencuci; bahan ini efektif menghilangkan bau dan menetralkan residu. Bagi busa atau kain yang tak tahan panas, gunakan steamer uap. Uap membunuh hingga 99,9% kuman tanpa merusak bahan dan sangat ideal untuk kain halus seperti sifon atau sutra. Sinar matahari juga dapat memaksimalkan desinfeksi dan mencerahkan kain secara alami.

Teknik Mencuci yang Aman dan Efektif

Setelah perendaman, pilih metode mencuci sesuai bahan pakaian. Bahan yang kuat seperti katun, poliester, dan linen bisa dicuci mesin dengan deterjen lembut. Untuk kain vintage atau rawan kerusak, pilih pencucian tangan menggunakan deterjen ringan dan air hangat. Jika mencuci mesin, gunakan mode lembut dan letakkan pakaian halus dalam laundry bag agar terlindung dari gesekan. Hindari penggunaan pemutih keras; jika dibutuhkan, gunakan pemutih berbasis oksigen yang lebih ramah kain. Setelah mencuci, bilas hingga airnya bersih—langkah ini penting untuk memastikan tidak ada residu deterjen atau antiseptik yang tertinggal.

Tahapan Akhir: Pengeringan, Setrika, dan Penyimpanan

Keringkan baju thrifting di bawah sinar matahari untuk mengusir sisa bau dan mensterilkan kain lebih lanjut. Namun, jika baju memiliki warna cerah, jemur dengan bagian dalam menghadap sinar matahari untuk mencegah pudar. Setelah kering, setrika pakaian dengan suhu sesuai label; pemanasan ini membantu menghilangkan kuman yang tersisa. Untuk bahan yang tidak cocok disetrika, gunakan steamer uap sebagai alternatif. Simpan baju dalam lemari bersih dan kering. Tambahkan pengharum lemari atau kapur barus agar pakaian tetap segar dan terhindar dari jamur atau bau.

Mencuci baju thrift bukan sekadar rutinitas biasa. Butuh tahap selektif: baca label, lakukan peredaman hangat, gunakan antiseptik alami seperti cuka dan baking soda, dan gunakan mesin atau cuci tangan sesuai bahan. Lalu, keringkan di sinar matahari, setrika atau steamer, dan simpan dengan baik. Dengan langkah ini, pakaian bekas pun bisa tampil bersih, higienis, dan nyaman—seakan baru.

nita mantan steamer