JAKARTA – Joanna Alexandra memilih gaun pengantin berwarna pink untuk pernikahannya dengan Imannuel Christover. Desainer Didiet Maulana merancang busana tersebut dengan pendekatan berbeda dari gaun pengantin klasik sekaligus memasukkan unsur wastra Indonesia.
Joanna meminta warna pink sejak awal proses desain. Ia juga menginginkan tampilan yang tidak standar dan memiliki sentuhan edgy. Didiet kemudian mengembangkan permintaan tersebut melalui siluet busana yang memadukan nuansa romantis, modern, dan tradisional.
Didiet sempat menawarkan kebaya, tetapi Joanna memilih model lain. Meski begitu, Joanna tetap meminta unsur wastra Indonesia hadir dalam busananya. Didiet akhirnya mengambil inspirasi dari dodotan dan mengolahnya menjadi full dress dengan material songket.
Songket pink bernuansa perak menjadi material utama gaun tersebut. Didiet kemudian memadukannya dengan outer berwarna pink lembut yang menampilkan bordir bunga secara penuh. Perpaduan tersebut menciptakan siluet dramatis sekaligus memberikan kesan feminin dan romantis.
Didiet Maulana Mengambil Inspirasi dari Taman Bunga Claude Monet
Didiet mendapat kebebasan dari Joanna untuk mengeksplorasi desain. Kesempatan tersebut mendorongnya menciptakan konsep taman bunga yang mengambil inspirasi dari karya pelukis Claude Monet.
Selain itu, Didiet memasukkan estetika era Renaissance ke dalam rancangan. Ia juga menghadirkan bunga-bunga favorit Joanna melalui teknik bordir. Dengan pendekatan tersebut, detail bunga tidak sekadar mempercantik busana, tetapi turut membawa pesan mengenai perjalanan cinta pasangan tersebut.
Konsep itu kemudian mendorong Didiet memberi nama rancangan tersebut The Garden of Love. Ia menggambarkan kehidupan pernikahan seperti sebuah taman yang membutuhkan perhatian agar terus tumbuh.
Menurut Didiet, pasangan harus terus mencari “bibit” dan “pupuk” terbaik untuk merawat cinta mereka. Karena itu, ia menjadikan gaun tersebut sebagai gambaran taman cinta milik Joanna dan Chris.
Joanna Alexandra Membawa Kecintaan pada Warna Pink ke Busana Pernikahan
Didiet juga merancang gaun tersebut berdasarkan karakter personal Joanna. Menurutnya, setiap pengantin memiliki keunikan sehingga membutuhkan rancangan yang berbeda.
Kecintaan Joanna terhadap warna pink menjadi salah satu karakter utama yang Didiet terjemahkan ke dalam busana. Bahkan, Didiet mengaku terkesan setelah mengetahui Joanna sangat menyukai warna tersebut dan membayangkan rumahnya pun berwarna pink.
Ketika Didiet memperlihatkan konsep songket pink keperakan dan outer penuh bordir bunga, Joanna langsung menyukai rancangan tersebut.
Melalui The Garden of Love, Didiet tidak hanya menciptakan gaun pengantin. Ia juga menerjemahkan kisah cinta Joanna Alexandra dan Imannuel Christover melalui simbol taman, bunga, warna pink, serta kekayaan wastra Indonesia.