Perancang busana Yosafat Dwi Kurniawan meluncurkan karya busana terbaru bertajuk Après la Révolution dalam gelaran The Langham Fashion Soiree pada 13 Agustus 2026. Acara hasil kerja sama The Langham Jakarta dengan Indonesia Fashion Designer Council ini menjadi ajang pembuktian eksplorasi estetika sang desainer. Yosafat merancang seluruh busana berdasarkan refleksi historis mengenai perubahan sosial setelah momen revolusi besar dunia berakhir. Ia memikirkan cara manusia beradaptasi serta menemukan kebebasan baru melalui media pakaian harian.
Inspirasi rancangan berakar dari dinamika masyarakat Prancis pasca-runtuhnya kekuasaan Raja Louis XVI dan Ratu Marie Antoinette. Perubahan tatanan sosial kala itu menggeser busana megah kerajaan menuju gaya yang lebih praktis serta berestetika Yunani. Yosafat juga menyerap semangat era 1970-an pasca-Perang Vietnam yang kental dengan simbol kebebasan. Eksplorasi emosional tersebut mendorongnya untuk mengubah arah gaya rancangan secara total setelah 15 tahun berkarya di industri fesyen.
Sang Desainer Menggabungkan Teknik Bordir Laser Dan Material Ramah Lingkungan
Peragaan busana menampilkan 30 set pakaian yang memperlihatkan transisi siluet ketat menuju potongan longgar nan melayang. Yosafat menghadirkan nuansa awal bertema Baroque-Rococo yang kemudian berganti menjadi garis potong bersih dan dinamis. Ia memilih palet warna serbaguna seperti putih tulang, krem, biru pirus, hijau sage, denim, hingga sentuhan logam perak serta emas. Sang desainer memperkaya tekstur busana menggunakan teknologi bordir laser NOMATEX untuk menggantikan aplikasi payet konvensional.
Kehadiran material berkualitas tinggi seperti viscose rayon dan lyocell dari Asia Pacific Rayon memperkuat karakter busana yang lembut. Direktur Asia Pacific Rayon Aryo Oetomo mengapresiasi kolaborasi ini karena mampu membuktikan fleksibilitas serat ramah lingkungan di panggung mode kelas atas. Penggunaan kain jersey, voile, tweed, serta teknik drapery modern sukses mewujudkan koleksi yang anggun sekaligus memancarkan semangat kebebasan.