Curated Market Hadir sebagai Destinasi Baru Pecinta Fashion dan Lifestyle untuk Mengisi Akhir Pekan

Jakarta – Curated market semakin menarik perhatian masyarakat sebagai pilihan baru untuk menghabiskan akhir pekan. Tren ini menunjukkan perubahan gaya hidup, terutama di kalangan perempuan Indonesia, yang kini tidak lagi sekadar mencari tempat berbelanja, tetapi juga menginginkan pengalaman yang lebih lengkap melalui aktivitas sosial, hiburan, dan eksplorasi gaya hidup.

Berbeda dengan konsep bazar konvensional, curated market menawarkan ruang yang menggabungkan fashion, beauty, lifestyle, hingga food and beverage dalam satu lokasi. Karena itu, pengunjung tidak hanya datang untuk membeli produk, melainkan juga menikmati suasana yang dikurasi secara estetik melalui instalasi visual, area belanja yang nyaman, dan berbagai aktivitas interaktif.

Perubahan pola tersebut memperlihatkan bahwa pengalaman kini menjadi faktor utama yang dicari masyarakat saat menghabiskan waktu luang. Curated market pun menjawab kebutuhan tersebut dengan menghadirkan konsep yang lebih menyeluruh.

RE by LOKALMADE Sajikan Pengalaman Belanja dan Hiburan dalam Satu Lokasi

Salah satu contoh konsep tersebut hadir melalui RE by LOKALMADE yang digelar di Main Atrium PIK Avenue, Jakarta. Acara ini menghadirkan lebih dari 50 brand lokal dari kategori fashion, aksesori, beauty, lifestyle, hingga food and beverage.

Selain menawarkan berbagai produk lokal, penyelenggara juga menghadirkan beragam aktivitas yang membuat pengunjung dapat menikmati akhir pekan dengan cara berbeda. Fashion show bersama VATE Models, styling session bersama fashion stylist sekaligus creative director Aquinaldo Adrian, hingga pertunjukan musik menjadi bagian dari rangkaian acara.

Selanjutnya, pengunjung juga dapat mengikuti workshop kreatif seperti membuat bag charm yang tengah menjadi tren di kalangan pencinta fashion. Kehadiran berbagai aktivitas tersebut memperkuat konsep experiential yang menjadi daya tarik utama curated market.

Penyelenggara Bangun Curated Market sebagai Ruang Interaksi Komunitas

Founder Byte Project, Theo Derick, menilai bahwa penyelenggaraan event saat ini harus mampu menghadirkan pengalaman yang melampaui aktivitas transaksi. Menurutnya, curated market menjadi ruang bagi masyarakat untuk menikmati suasana, bertemu komunitas, sekaligus mengenal berbagai brand secara lebih dekat.

Ia menjelaskan bahwa konsep tersebut dirancang agar pengunjung dapat membangun koneksi, baik dengan pelaku usaha maupun sesama pengunjung. Dengan pendekatan itu, curated market berkembang menjadi destinasi lifestyle yang memiliki nilai lebih dibandingkan bazar musiman.

Untuk melengkapi pengalaman tersebut, penyelenggara juga menyediakan berbagai aktivitas interaktif seperti claw machine, voucher cashback, serta lucky draw yang membuat suasana semakin meriah sepanjang acara.

Perubahan Gaya Hidup Dorong Curated Market Semakin Diminati

Fashion stylist dan creative director Aquinaldo Adrian menilai perubahan perilaku masyarakat ikut mendorong popularitas curated market. Menurutnya, konsumen saat ini tidak hanya ingin membeli produk, tetapi juga mencari inspirasi, bertemu orang baru, dan menikmati pengalaman yang menyenangkan dalam satu tempat.

Seiring berkembangnya tren tersebut, curated market menjadi alternatif destinasi akhir pekan yang memadukan belanja, hiburan, dan interaksi komunitas. Kehadiran konsep ini menunjukkan bahwa masyarakat kini lebih menghargai pengalaman dibandingkan sekadar aktivitas berbelanja.

Melalui perpaduan berbagai elemen tersebut, curated market berhasil menjawab kebutuhan gaya hidup modern sekaligus menjadi ruang kreatif yang terus diminati sebagai destinasi hangout baru di akhir pekan.

 

uniqueprivacy.org