Cara Aman Thrifting: Pastikan Baju Bekasmu Bebas Kuman dan Aman Digunakan
indonesiafashion.com – Membeli baju bekas memang ramah dompet dan ramah lingkungan. Namun, jika tidak hati-hati, thrifting bisa membawa risiko: kuman, bakteri, virus, jamur, bahkan tungau. Ada pula kemungkinan paparan bahan kimia sisa produksi atau residu pewangi. Tanpa disadari, risiko ini bisa menyebabkan iritasi kulit, infeksi, atau alergi. Oleh karena itu, menjaga kebersihan baju bekas adalah langkah pertama untuk tetap aman dan nyaman.
Seleksi Awal: Cara Cermat Memilih Baju Thrift
Langkah pertama dimulai saat masih di toko. Periksa apakah toko tampak bersih dan pakaian disusun rapi. Amati kondisi baju: hindari yang memiliki noda, bau menyengat, kerusakan parah, atau bekas serangga. Jangan tergoda item yang jatuh ke lantai atau menyentuh lantai—itu tempat berkembang biakan kuman. Periksa juga saku jika beli pakaian dengan kantong—bisa saja ada jarum atau benda berbahaya di dalam.
Pra-Pemakaian: Langkah Disinfeksi Awal
Setibanya di rumah, jangan langsung dipakai. Awali dengan memasukkan baju dalam kantong plastik lalu simpan dalam freezer minimal 48 jam. Suhu sangat rendah bisa membunuh serangga seperti kutu dan kuman tanpa mencuci. Jika tidak memungkinkan, langsung lanjut ke langkah disinfeksi berikutnya.
Proses Mencuci yang Teliti dan Higienis
Sebelum mencuci, pisahkan pakaian berdasarkan warna dan bahan. Rendam baju dalam air hangat (sekitar 60 °C) dengan deterjen dan antiseptik selama 15–30 menit. Air panas efektif membunuh kuman dan bakteri, tapi pastikan bahan pakaian tahan panas. Tambahkan cuka putih atau baking soda untuk menghilangkan bau dan mendisinfeksi lebih maksimal. Setelah itu, cuci seperti biasa—gunakan mesin cuci atau cuci tangan sesuai label. Untuk kain yang halus atau tak tahan air, gunakan metode paling lembut atau dry clean.
Tahap Akhir: Penjemuran, Steaming, dan Penyimpanan
Setelah dicuci, jemur baju di bawah sinar matahari langsung. UV alami membantu membunuh patogen lebih efektif. Setelah kering, setrika pakaian dengan suhu sesuai label; panasnya membantu mensterilkan kain. Jika ingin extra, gunakan steamer uap—teknologi ini bisa membunuh 99,9% bakteri dan virus tanpa merusak bahan seperti katun, linen, atau poliester. Untuk penyimpanan jangka panjang, simpan di lemari kering, bersih, dan tambahkan pengharum lemari atau kapur barus agar tetap segar.
Thrifting memang menyenangkan dan bertanggung jawab secara lingkungan, tetapi perjalanan thrifting yang aman tidak berhenti di pembelian saja. Mulai dari inspeksi kondisi baju, disinfeksi awal (seperti freezer), cuci yang menyeluruh dengan air hangat dan bahan alami, hingga finishing seperti setrika atau steaming dan penyimpanan yang higienis adalah kunci untuk penggunaan yang aman. Dengan langkah-langkah ini, kamu bisa tetap bergaya sustainable tanpa mengorbankan kesehatan.