Bobby Nasution Dorong Sumatera Utara Jadi Pusat Fashion Nasional lewat Wastra Ulos

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong Sumatera Utara menjadi salah satu pusat fashion Indonesia dengan mengembangkan kekayaan wastra tradisional. Ia menilai ulos dan warisan budaya Sumut dapat membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat industri mode Indonesia di tingkat internasional.

Bobby menyampaikan hal tersebut saat menghadiri penutupan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 bertema “Ulos Simetria” di Jakarta, Minggu, 2 Agustus 2026. Menurutnya, ajang tersebut berhasil memperkenalkan kekayaan budaya Sumatera Utara kepada masyarakat Indonesia hingga dunia.

Bobby menilai pengembangan wastra dapat memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Ia juga melihat perpaduan motif ulos dengan kreativitas perancang busana modern mampu menciptakan daya tarik baru bagi industri fashion Indonesia.

“Kami siap untuk menjadi daerah fashion Indonesia,” ujar Bobby. Ia berharap penyelenggaraan IFW 2026 menjadi langkah awal bagi Sumatera Utara untuk memperluas kerja sama dengan industri fashion internasional.

Bobby Perluas Promosi Budaya Sumatera Utara melalui Wastra

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menyatakan komitmennya untuk terus mempromosikan budaya daerah melalui sektor wastra. Bobby juga mengapresiasi IFW dan berbagai pihak yang ikut memperkenalkan kriya serta kain tradisional Nusantara, khususnya dari Sumatera Utara.

Menurut Bobby, Sumatera Utara memiliki kekayaan budaya yang dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi kreatif. Karena itu, ia ingin memperluas kolaborasi agar produk budaya daerah tidak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga memperoleh ruang di pasar internasional.

Selain fashion, Bobby turut menyoroti kekuatan kuliner Sumatera Utara. Ia menyampaikan hal tersebut dengan gurauan saat menggambarkan cita rasa makanan khas daerahnya yang menurutnya selalu “enak sama enak sekali”.

Widiyanti Putri Wardhana Soroti Kekuatan Ulos dalam Pariwisata Sumut

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana turut memberikan perhatian terhadap keberadaan ulos saat mengunjungi kawasan Danau Toba. Ia melihat tradisi pembuatan ulos sebagai bagian penting dari kehidupan masyarakat Batak yang terus berlangsung lintas generasi.

Widiyanti menilai keterampilan perempuan Batak dalam mempertahankan tradisi pembuatan ulos memberikan nilai budaya yang kuat. Menurutnya, keberlanjutan tradisi tersebut dapat memperkuat karakter destinasi wisata karena masyarakat terus mewariskan dan mempraktikkannya.

Ia juga melihat karakter budaya seperti ulos dapat menjadi fondasi destination branding. Karena itu, Widiyanti berharap Indonesia Fashion Week terus menginspirasi dunia sekaligus mendorong lebih banyak wisatawan untuk mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Poppy Dharsono Tegaskan IFW Padukan Tradisi dan Inovasi

Presiden Indonesia Fashion Week sekaligus Ketua Asosiasi Perancang dan Pengusaha Mode Indonesia (APPMI), Poppy Dharsono, menjelaskan makna tema “Ulos Simetria”. Menurutnya, tema tersebut menggambarkan pentingnya menjaga keseimbangan antara kemajuan dan pelestarian budaya.

Poppy menilai tradisi dan inovasi dapat berjalan bersama untuk membangun masa depan industri mode Indonesia. Selama lima hari penyelenggaraan, IFW 2026 menghadirkan kreativitas, ide, inovasi, dan kolaborasi yang memperkuat posisi Indonesia dalam industri fashion kawasan maupun dunia.

Melalui momentum tersebut, Sumatera Utara mendapat peluang untuk memperluas pemanfaatan wastra sebagai bagian dari industri kreatif. Ulos tidak hanya menjadi simbol warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang menjadi sumber inspirasi bagi fashion modern dan penggerak ekonomi masyarakat.

 

uniqueprivacy.org