Ivan Gunawan menghadirkan koleksi Nusanova 2.0: Sekar Jagat melalui fashion exhibition di D Gallerie, Jakarta Selatan. Pameran seluas 500 meter persegi ini menawarkan cara berbeda bagi publik untuk menikmati karya sang desainer yang selama ini lebih sering tampil melalui fashion show.
Ivan Gunawan memilih format pameran agar masyarakat dapat melihat koleksinya secara langsung tanpa undangan khusus. Ia sekaligus memanfaatkan momentum perayaan ulang tahun ke-81 Republik Indonesia untuk memperkenalkan karya tersebut kepada publik.
Nama Nusanova menggabungkan kata “Nusa” yang merujuk pada Nusantara dan “Nova” yang berarti baru atau modern dalam bahasa Latin. Melalui konsep tersebut, Ivan Gunawan ingin mengangkat wastra Indonesia melalui pendekatan desain yang lebih modern.
Ivan Gunawan Mengangkat Batik Pamekasan sebagai Fokus Koleksi
Ivan Gunawan memilih batik Pamekasan Madura sebagai material utama karena melihat karakter dan potensinya yang belum banyak dieksplorasi desainer. Ia juga merasa memiliki kedekatan dengan karakter batik tersebut yang kaya warna, berenergi, dan berani.
Motif Sekar Jagat kemudian menjadi pusat koleksi Nusanova 2.0. Ivan Gunawan mengolah motif tersebut menjadi berbagai busana dengan tetap mempertimbangkan perkembangan tren mode. Ia bahkan menyesuaikan palet warna koleksi dengan prediksi tren 2027 agar tampilannya tetap relevan.
Pengunjung dapat melihat koleksi sekaligus menyentuh sejumlah busana yang dipamerkan. Salah satunya menampilkan motif Sekar Jagat dalam bentuk coat dengan aksen payet serta bulu ostrich yang bergerak lembut mengikuti hembusan pendingin udara.
Ivan Gunawan Menghidupkan Cerita Kreatif dalam Tiga Ruang Pameran
Pameran Nusanova 2.0: Sekar Jagat menghadirkan beberapa instalasi yang memperlihatkan proses kreatif Ivan Gunawan. Salah satunya menampilkan “Ruang Kerja Pak Slamet” sebagai bentuk penghargaan kepada pattern maker yang telah mendampingi Ivan selama 15 tahun.
Pameran juga menampilkan pohon Nangger Kalpawreksa karya seniman Intan Anggita Pratiwie. Intan membuat instalasi tersebut dengan memanfaatkan sekitar 90 persen limbah fashion dari proses produksi Ivan Gunawan.
Selain itu, pengunjung dapat melihat lukisan Ivan Gunawan karya Joshua Li Gondo yang dibuat secara real time. Pameran kemudian membawa pengunjung menuju ruang koleksi utama yang menampilkan sembilan busana Nusanova 2.0: Sekar Jagat.
Pada ruang terakhir, Ivan Gunawan menghidupkan kembali Bagteria melalui kolaborasi dengan pendirinya, Nancy Go. Kolaborasi tersebut menghasilkan tas eksperimental yang memadukan tali rafia, rotan, dan manik-manik.
Ivan Gunawan juga menawarkan koleksi Nusanova 2.0: Sekar Jagat kepada publik dengan harga di atas Rp30 juta. Ia berharap setiap karya menemukan pemilik yang benar-benar menghargai nilai dan proses di balik pembuatannya.