Kenapa Baju Perempuan Jarang Punya Saku? Ini Sejarah di Baliknya

Baju Perempuan Jarang Punya Saku Karena Sejarah dan Industri Fashion

Image

Baju perempuan jarang memiliki saku fungsional karena sejarah mode dan kepentingan industri. Saku yang dulu memberi perempuan kemandirian kini sering dihilangkan demi estetika siluet ramping.

Perempuan Pernah Memiliki Ruang Simpan di Pakaian

Pada abad ke-16 hingga 17, perempuan menggunakan tie-on pockets, kantong kain yang diikat di pinggang dan disembunyikan di balik rok. Kantong ini menyimpan uang, kunci, dan barang pribadi, sekaligus menjadi simbol kemandirian.

Industri Fashion Membatasi Saku untuk Menguntungkan Pasar Tas

Image

Ketika siluet ramping dan pinggang kecil menjadi tren, saku dianggap mengganggu bentuk busana. Industri fashion kemudian memanfaatkan situasi ini untuk mendorong penggunaan tas tangan, menciptakan pasar aksesori bernilai tinggi. Akademisi Caroline Stevenson dari University of the Arts London menekankan bahwa membatasi saku berarti membatasi kebebasan dan kemandirian perempuan.

Saku Menjadi Simbol Kepercayaan Diri dan Gerakan #WeWantPockets

Penulis Elizabeth Evitts Dickinson menyebut bahwa menempatkan tangan di saku menandakan percaya diri dan otoritas. Tanpa saku, perempuan kehilangan simbol itu. Pada 2023, gerakan #WeWantPockets ramai di media sosial, menuntut desain pakaian yang lebih fungsional, menekankan kenyamanan, kemandirian, dan kebebasan bergerak.

uniqueprivacy.org