Sejarah Baju Daster Berawal dari Pakaian Pria hingga Jadi Outfit Favorit Perempuan Indonesia

Baju daster kini identik sebagai pakaian rumahan yang nyaman bagi perempuan Indonesia. Namun, sejarah mencatat bahwa konsep busana longgar ini justru berasal dari pakaian pria di Amerika dan kalangan bangsawan Eropa. Perjalanan panjang tersebut kemudian membentuk daster menjadi salah satu outfit santai yang populer hingga saat ini.
Pada Minggu, 12 April 2026, pembahasan mengenai asal-usul daster kembali menarik perhatian karena mengungkap fakta unik di balik transformasi busana ini. Daster yang dikenal ringan, adem, dan longgar ternyata memiliki akar sejarah yang cukup beragam dan berkembang lintas budaya.
Sejarah Daster Bermula dari Pakaian Pria di Amerika
Awalnya, konsep pakaian longgar seperti daster muncul dari busana pria di Amerika. Pada masa itu, pria mengenakan pakaian rumah yang dirancang untuk memberikan kenyamanan saat beraktivitas di dalam rumah. Modelnya longgar dengan bahan ringan agar mudah digunakan sepanjang hari.
Seiring waktu, desain pakaian tersebut mulai mengalami perubahan fungsi dan pemakai. Masyarakat kemudian mengadaptasi konsep tersebut menjadi busana yang lebih fleksibel dan tidak terbatas pada satu gender saja. Perubahan ini menjadi awal mula transformasi daster seperti yang dikenal saat ini.
Bangsawan Eropa Mengadaptasi Busana Longgar sebagai Simbol Kenyamanan
Selain berkembang di Amerika, busana longgar juga digunakan oleh kalangan bangsawan di Eropa. Mereka mengenakan pakaian santai di lingkungan istana sebagai bentuk kenyamanan sekaligus gaya hidup.
Pakaian tersebut biasanya dibuat dari bahan berkualitas tinggi dengan potongan longgar yang memberikan keleluasaan bergerak. Dari sinilah, konsep busana santai mulai memiliki nilai estetika dan menjadi bagian dari gaya berpakaian yang lebih luas.
Daster Bertransformasi Menjadi Pakaian Rumahan Favorit di Indonesia
Perjalanan panjang dari Amerika dan Eropa akhirnya membawa konsep daster ke Indonesia. Di sini, masyarakat mengadaptasi desain tersebut menjadi pakaian rumahan yang praktis dan nyaman digunakan dalam berbagai aktivitas sehari-hari.
Selain itu, daster kini tidak hanya digunakan di dalam rumah. Banyak orang mulai mengenakannya sebagai outfit santai untuk kegiatan di luar, seperti berbelanja atau sekadar berkumpul bersama teman.
Dengan bahan yang adem dan desain yang simpel, daster berhasil mempertahankan popularitasnya di tengah perkembangan tren fashion. Transformasi ini menunjukkan bagaimana sebuah busana dapat berubah fungsi dan makna sesuai kebutuhan masyarakat.