Bottega Veneta Hadirkan Koleksi Terinspirasi Brutalisme dan Sensualitas Milan di Milan Fashion Week 2026
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518423/original/022844100_1772508318-BOTTEGA_VENETA_WINTER_2026_-_FINALE_-_16x9__RGB_.jpg)
Rumah mode mewah Bottega Veneta menghadirkan koleksi terbaru dalam ajang Milan Fashion Week 2026 dengan pendekatan estetika yang memadukan unsur brutalitas arsitektur dan sensualitas khas kota Milan. Koleksi ini dirancang oleh direktur kreatif Louise Trotter yang menegaskan kembali peran outerwear sebagai elemen utama yang mampu menjadi statement dalam sebuah tampilan.
Peragaan busana berlangsung di runway bernuansa karpet merah yang menghadirkan atmosfer dramatis sekaligus hangat. Trotter menampilkan deretan setelan bernuansa netral dengan siluet bahu lebar yang memperkuat karakter tegas dari koleksi tersebut.
Desain ini sekaligus mengingatkan pada era “The New Bottega” yang sebelumnya diperkenalkan oleh Matthieu Blazy. Dalam koleksi tersebut, mantel dramatis dan statement coat kembali menjadi pusat perhatian dengan interpretasi baru yang lebih modern.
Melalui koleksi keduanya untuk Bottega Veneta, Trotter menghadirkan eksplorasi estetika yang menggambarkan kehidupan kota Milan yang keras namun tetap sensual. Ia menampilkan setelan dengan bantalan bahu panjang dan membulat yang menciptakan siluet menyerupai baju zirah modern.
Desain tersebut dipertegas dengan ikat pinggang yang menggantung rendah di pinggang, memberikan kesan struktur yang kuat sekaligus santai. Karakter tangguh itu kemudian dipadukan dengan mantel trench panjang berbahan wol tebal dan kulit lembut.
Selain itu, detail kotak-kotak dan teknik anyaman intrecciato khas Bottega Veneta memperkuat identitas rumah mode ini dalam koleksi musim dingin terbaru.
Louise Trotter Menghadirkan Outerwear Dramatis dengan Tekstur Mewah dan Siluet Berani
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5518424/original/038485400_1772508320-BOTTEGA_VENETA_WINTER_2026_-_LOOK_03.jpg)
Sebelumnya, dalam koleksi Spring/Summer 2026, Louise Trotter sempat menyampaikan visinya untuk menghadirkan busana yang dapat dikenakan dalam berbagai situasi. Gagasan tersebut kemudian terlihat jelas dalam koleksi musim dingin ini melalui beragam outerwear dengan karakter yang fleksibel dan ekspresif.
Mantel peacoat berbahan kulit buaya matte, mohair, serta rajutan bertekstur beludru menghadirkan sentuhan kelembutan yang kontras dengan struktur tegas pada desainnya. Trotter kemudian memadukan mantel tersebut dengan rok mini serasi yang secara halus terlihat dari balik lipatan mantel.
Ia juga menghadirkan drama visual melalui mantel jubah kulit biru tua yang menjuntai panjang. Selain itu, gaun mini berbahan sweater tebal dengan siluet menyerupai kepompong memperlihatkan eksperimen tekstur yang unik dan artistik.
Perpaduan antara material mewah dan potongan berani tersebut memperlihatkan bagaimana Trotter menafsirkan ulang identitas Bottega Veneta dalam pendekatan yang lebih modern.
Bottega Veneta Menonjolkan Mantel Bulu Oversized dengan Palet Warna Berani
Koleksi ini juga menonjolkan mantel bulu domba berukuran besar yang langsung mencuri perhatian di runway. Mantel tersebut dikenakan sebagai potongan utama yang kemudian dipadukan dengan tekstil berbulu mewah.
Berbeda dari dominasi warna netral sebelumnya, Trotter menghadirkan palet warna yang lebih ekspresif. Ia memasukkan warna kuning mentega, biru kobalt, dan koral untuk memberi dinamika pada koleksi musim gugur dan musim dingin mendatang.
Selain itu, beberapa tampilan juga menghadirkan motif hewan yang memberikan sentuhan playful di tengah estetika yang kuat dan struktural.
Melalui koleksi ini, Bottega Veneta memperlihatkan visi baru yang memadukan kekuatan desain dengan keindahan tekstur. Koleksi tersebut sekaligus menawarkan kemungkinan gaya yang luas bagi siapa pun yang ingin menghadapi musim gugur dengan tampilan berani dan elegan.