Chanel Memperkenalkan Koleksi Naked Shoe pada Gelaran Cruise 2027
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5572975/original/005556200_1777877552-Screenshot_2026-05-04_134258.jpg)
Rumah mode mewah Chanel mengguncang panggung mode melalui peragaan koleksi Cruise 2027 dengan memperkenalkan konsep alas kaki yang radikal. Direktur kreatif Matthieu Blazy mendobrak pakem desain tradisional dengan menghadirkan sepatu yang mengekspos seluruh bagian jari kaki pemakainya. Langkah berani ini menjadi bagian dari upaya Blazy untuk mengurai kembali kode-kode estetika klasik yang telah melekat pada Chanel sejak zaman Gabrielle Chanel.
Matthieu Blazy Mendefinisikan Ulang Konsep Sepatu Klasik Chanel
Desainer Prancis-Belgia tersebut menghilangkan elemen cap-toe kontras yang selama ini menjadi identitas abadi brand ini sejak tahun 1957. Sebagai gantinya, ia memperkenalkan struktur barefoot heel cap yang hanya memberikan tumpuan pada bagian tumit model. Desain ini menciptakan ilusi visual seolah para peraga busana sedang berjalan dengan kaki telanjang di atas panggung. Blazy secara sengaja menampilkan siluet yang tidak utuh untuk menantang pandangan konvensional mengenai fungsi dan bentuk alas kaki di dunia high fashion.
Para Model Memamerkan Sandal Minimalis di Panggung Peragaan
Para model melangkah di runway dengan mengenakan sandal yang hanya terdiri dari tumit dan pita-pita tipis yang nyaris tidak terlihat. Alas kaki minimalis tersebut bersembunyi di balik rok maxi berumbai, gaun resort bermotif, serta busana dengan tekstur unik seperti sisik ikan. Chanel juga memadukan gaya ini dengan romper dan swim cap yang menghadirkan nuansa pesisir Basque yang santai. Meskipun mengusung konsep ekstrem, Chanel tetap menyediakan opsi konvensional seperti Mary Jane hitam-putih dan versi jaring berwarna cerah bagi pelanggan yang menyukai gaya klasik.
Dunia Fashion Menantikan Kesuksesan Tren Kaki Telanjang
Eksperimen sepatu unik ini menempatkan kaki manusia sebagai pusat perhatian utama dalam sebuah koleksi busana kelas atas. Sehari pasca peragaan, Lyst Index Q1 2026 menempatkan Chanel sebagai jenama yang paling banyak menjadi bahan pembicaraan publik. Koleksi aksesori terbaru karya Blazy bahkan langsung menduduki peringkat kedua dalam kategori paling dicari oleh konsumen global. Waktu akan membuktikan apakah tren tanpa struktur konvensional ini mampu bertahan lama dan merajai pasar mode internasional di masa depan.