Audi Marissa dan Yunita Siregar Tampilkan Gaya Batik Berbeda saat Nonton Konser BTS di Korea
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5562411/original/010932800_1776828277-Web_Photo_Editor__44_.jpg)
Euforia konser BTS di Korea Selatan tidak hanya menghadirkan kemeriahan musik dan lightstick, tetapi juga menjadi panggung ekspresi gaya personal. Audi Marissa dan Yunita Siregar memanfaatkan momen ini untuk menampilkan kebanggaan terhadap budaya Indonesia melalui busana batik dengan pendekatan yang berbeda.
Keduanya sama-sama memilih batik sebagai fashion statement, namun menghadirkan interpretasi yang kontras. Perbedaan gaya ini justru mempertegas fleksibilitas batik yang mampu beradaptasi dengan berbagai karakter dan selera fashion.
Audi Marissa Tampil Edgy dengan Korset Batik Modern
Audi Marissa menonjolkan gaya modern edgy dengan mengenakan atasan korset merah berbahan batik cap Pekalongan. Ia memilih desain asimetris yang membentuk siluet tubuh lebih tegas dan ramping, sekaligus menampilkan sentuhan artistik melalui pola garis batik yang memanjang.
Selanjutnya, Audi memadukan korset tersebut dengan blazer hitam berpotongan clean, celana panjang hitam longgar, serta sepatu merah senada. Kombinasi ini menciptakan tampilan yang bold namun tetap terasa effortless.
Korset yang dikenakan Audi merupakan hasil kolaborasi OE x Wilsen Willim yang sepenuhnya menggunakan batik cap. Detail motif yang tersusun dari garis berkesinambungan memberikan karakter unik sekaligus memperkuat nuansa heritage dalam balutan modern.
Melalui pilihan busana ini, Audi tidak hanya tampil fashionable, tetapi juga menunjukkan kebanggaannya membawa unsur budaya Indonesia ke panggung internasional.
Yunita Siregar Tampilkan Gaya Klasik Feminin yang Nyaman
Berbeda dengan Audi, Yunita Siregar menghadirkan tampilan yang lebih klasik dan feminin. Ia mengenakan kebaya hitam longgar dengan detail bordir putih yang dipadukan dengan kain batik bernuansa maroon.
Perpaduan tersebut menciptakan kesan anggun sekaligus tetap nyaman dikenakan saat beraktivitas di area konser. Siluet kebaya yang santai membuat tampilannya tidak terkesan formal, melainkan tetap relevan untuk suasana kasual.
Untuk melengkapi gaya, Yunita memilih sneakers putih dan tas selempang kecil berwarna senada. Ia juga menambahkan kacamata hitam yang memberikan sentuhan chic pada keseluruhan penampilan.
Melalui styling ini, Yunita berhasil memadukan unsur tradisional dan kasual secara seimbang sehingga terlihat modern tanpa kehilangan karakter klasiknya.
Keduanya Buktikan Batik Fleksibel dan Tetap Relevan di Panggung Global
Audi Marissa dan Yunita Siregar sama-sama membuktikan bahwa batik dapat diolah menjadi gaya yang berbeda sesuai kepribadian masing-masing. Audi mengarah pada tampilan statement yang modern dan berani, sementara Yunita menonjolkan sisi elegan yang timeless.
Meski berbeda pendekatan, keduanya menyampaikan pesan yang sama, yaitu kebanggaan terhadap budaya Indonesia di tengah kemeriahan konser internasional. Penampilan mereka sekaligus menegaskan bahwa batik tetap relevan dan mampu bersaing dalam lanskap fashion global.