Harry Styles Mengukuhkan Era Fashion Berkelanjutan Lewat Album Terbarunya
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485451/original/044125800_1769507033-IMG_4168_1_.jpeg)
Jakarta – Harry Styles resmi mengumumkan perilisan album keempatnya yang telah lama dinantikan pada Maret 2026. Album bertajuk Kiss All The Time, Disco, Occasionally langsung menarik perhatian publik, tidak hanya karena judulnya yang unik, tetapi juga karena narasi visual dan gaya personal yang menyertainya. Bersamaan dengan pengumuman tersebut, Harry Styles kembali menegaskan arah baru dalam perjalanan estetikanya dengan menempatkan fashion berkelanjutan sebagai pesan utama.
Seiring meningkatnya antusiasme terhadap album terbarunya, sorotan publik pun tertuju pada pilihan busana yang dikenakan Harry Styles. Ia dikenal konsisten menghadirkan gaya berpakaian yang fluid, berani, dan penuh kejutan, sehingga setiap penampilannya kerap memantik diskusi di industri mode global.
Harry Styles Menggandeng Stylist dan Fotografer untuk Menandai Pergeseran Gaya
![Busana Sustainable Harry Styles. [@harrystyles]](https://cdn1-production-images-kly.akamaized.net/Qv1u3-9os_iqw21XWkWAFi3HkRo=/640x853/smart/filters:quality(75):strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5485452/original/058623300_1769507033-IMG_4169_1_.jpeg)
Harry Styles memercayakan Harry Lambert sebagai stylist untuk pemotretan sampul album dan foto pers. Pemotretan yang diabadikan oleh Johnny Dufort ini menampilkan perpaduan desainer independen, busana arsip, dan item vintage. Pilihan ini menandai pergeseran gaya signifikan dari era Gucci di bawah arahan Alessandro Michele menuju pendekatan yang lebih personal dan sadar lingkungan.
Amy Bannerman, Direktur Gaya Pre-loved eBay, menilai Harry Styles sebagai salah satu pria paling stylish di dunia berkat cara berpakaian yang tak terduga dan inklusif. Ia menilai keberanian Harry dalam bereksperimen menjadikannya figur penting dalam membentuk arah fashion pria modern.
Harry Styles Mengusung Busana Berkelanjutan sebagai Pernyataan Global
Seluruh busana yang dikenakan Harry Styles dalam rangkaian visual album terbarunya mengusung nilai keberlanjutan yang kuat. Ia mengenakan kaos rajut custom karya Patrick Carroll yang dibuat dari sisa benang, jeans vintage dari The Vintage Showroom London, serta sweater arsip Miu Miu dan kemeja bowling koleksi Spring 2000 yang dipadukan dengan dasi Prada. Seluruh item tersebut diperoleh melalui eBay.
Pilihan ini memiliki makna strategis mengingat Harry Styles memiliki lebih dari 46,6 juta pengikut di Instagram. Melalui eksposur global tersebut, ia menyampaikan pesan bahwa fashion pre-loved dan vintage kini semakin relevan, bernilai, dan layak menjadi bagian dari momen besar dalam karier seorang musisi.
Harry Styles Menunjukkan Konsistensi dalam Praktik Slow Fashion
Komitmen Harry Styles terhadap fashion berkelanjutan bukanlah hal baru. Ia secara konsisten mendukung brand ramah lingkungan seperti S.S. Daley, label asal London yang juga mendapat dukungan investasi darinya, serta Bode. Selain itu, Harry dikenal setia pada item personal yang telah ia miliki selama bertahun-tahun.
Tas Mulberry Henry yang ia gunakan sejak 2011 saat masih bersama One Direction dan jaket kerja biru yang kerap dikenakannya sepanjang 2025 menjadi bukti pendekatan slow fashion yang ia jalani. Pendekatan ini memperlihatkan bagaimana Harry Styles memaksimalkan usia pakai busana tanpa terjebak dalam konsumsi berlebihan.
Melalui album terbaru dan pilihan gaya personalnya, Harry Styles tidak hanya menghadirkan karya musik, tetapi juga memperkuat narasi fashion berkelanjutan yang relevan dengan isu global saat ini.