Wilsen Willim Menghadirkan Koleksi Lunar 2026 dengan Nuansa Peranakan Modern yang Elegan
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481673/original/002088600_1769141833-NF_61396.jpg)
Jakarta – Wilsen Willim menghadirkan koleksi Lunar 2026 sebagai refleksi perubahan cara generasi masa kini merayakan Tahun Baru Imlek tanpa meninggalkan nilai budaya. Koleksi ini terinspirasi dari filosofi “when the wind of change blows, some people build walls, others build windmills” yang memandang perubahan sebagai kekuatan untuk menjaga relevansi tradisi. Melalui pendekatan tersebut, Wilsen menempatkan budaya sebagai ruang yang terus bergerak dan berkembang.
Berbeda dari koleksi Imlek yang identik dengan warna cerah dan tampilan semarak, Wilsen Willim memilih jalur yang lebih tenang dan matang. Ia merancang koleksi Lunar 2026 dengan palet warna merah gelap, biru tua, biru langit, abu-abu gelap, abu-abu muda, putih, dan hitam. Pilihan ini mencerminkan realitas perayaan Imlek yang beragam di setiap keluarga, sekaligus menegaskan bahwa warna hitam dan putih kini dapat hadir sebagai ekspresi gaya, bukan simbol duka.
Wilsen Willim Menegaskan Pendekatan Warna Dewasa yang Tetap Menghormati Tradisi
:strip_icc():format(webp)/kly-media-production/medias/5481672/original/088032200_1769141832-NF_61165.jpg)
Warna menjadi fondasi utama dalam koleksi Lunar 2026. Selain merah sebagai simbol keberuntungan, Wilsen menghadirkan warna netral dan gelap untuk memberi kesan elegan dan fleksibel. Hitam tampil kuat dan berwibawa, sementara putih menghadirkan kesan bersih serta mudah dipadukan. Pendekatan ini memperlihatkan pergeseran cara pandang terhadap tradisi, di mana ekspresi personal menjadi bagian dari perayaan tanpa menghilangkan makna budaya.
Wilsen Willim Merancang Ragam Siluet Fleksibel untuk Gaya Dinamis
Koleksi Lunar 2026 menghadirkan beragam potongan busana seperti jaket, kemeja, kemeja tanpa lengan, rompi, korset, kardigan, bustier, celana, dan rok. Seluruh item dirancang agar mudah dipadu padankan sehingga pemakai dapat menciptakan berbagai tampilan sesuai kebutuhan. Sentuhan peranakan modern hadir melalui kerah dan kancing khas Shanghai serta penggunaan batik pesisir yang dipadukan dengan siluet kontemporer.
Wilsen Willim Memadukan Material Nyaman dan Konsep Pemakaian Berulang
Dalam aspek material, Wilsen Willim memadukan katun, renda, jacquard, rajutan, dan suiting fabric untuk menciptakan busana yang nyaman sekaligus berstruktur. Desain yang tidak terlalu spesifik pada satu momen membuat koleksi ini relevan untuk dikenakan kembali setelah masa perayaan, sejalan dengan gaya hidup praktis dan berkelanjutan.
Wilsen Willim Menggandeng Empat Figur Muda sebagai Wajah Koleksi
Wilsen Willim menggandeng Jessy Kusno, Ian Hugen, Ayu Gani, dan Aquinaldo Adrian sebagai wajah koleksi Lunar 2026. Keempatnya merepresentasikan karakter generasi muda yang dinamis dan optimistis, selaras dengan filosofi shio kuda yang identik dengan energi dan semangat. Melalui koleksi ini, Wilsen kembali menegaskan konsistensinya mengangkat budaya melalui desain yang relevan dengan perubahan zaman.